Model mengenakan rok lilit wastra biru bermotif titik dengan obi belt bergaris dan atasan tali putih
Bangga Berwastra, Dari Masa ke Masa

Kisah Kama

Berawal di Yogyakarta pada 2018, Kama berkarya supaya setiap langkah kecilnya menjadi manfaat bagi sesama.

Tentang

Lokal brand fashion wastra dari Yogyakarta

Kama berdiri di Yogyakarta pada 2018 dan awalnya hanya memproduksi busana wanita. Seiring gerakan zero waste, Kama juga mengolah sisa kain menjadi pouch, tas, topi, bandana, baju anak, dan banyak produk lainnya. Tujuan kami sederhana: menciptakan karya fashion yang modern dan inovatif tanpa meninggalkan ciri khas budaya Indonesia.

Kami ingin setiap langkah kecil perjalanan Kama menjadi “Migunani Tumpraping Liyan” — bermanfaat bagi sesama. Indonesia punya ragam kain nusantara yang begitu kaya, dan melalui produk kami, Kama mengajak semua kalangan, dari anak-anak hingga dewasa, untuk bangga mengenakannya.

Makna slogan kami

“Bangga Berwastra, Dari Masa ke Masa”

  • Pesan tentang warisan (heritage) dan keberlanjutan (timelessness).
  • Percaya diri dan bangga memakai kain nusantara dalam keseharian, bukan hanya saat kondangan.
  • Wastra bukan lagi milik orang tua: dari anak-anak dan anak muda masa kini hingga generasi masa depan.
Model mengenakan outer batik biru dongker berlengan rufel dengan celana putih

Visi & Misi

Visi

Menjadi pelopor fesyen wastra nusantara terdepan yang dicintai generasi muda di dalam hingga luar negeri melalui inovasi desain yang berkelanjutan.

Misi

  1. Menghadirkan koleksi fesyen berkualitas tinggi yang memadukan motif tradisional dan tren modern.
  2. Menjaga keaslian karya perajin lokal — batik tulis/cap dan tenun ATBM.
  3. Mendukung kesejahteraan perajin, memberdayakan ibu rumah tangga dalam prosesnya, dan menerapkan prinsip fesyen berkelanjutan (sustainable fashion).

Pencapaian & Perjalanan

  1. 2019

    Tenant Creative Incubator Business — BCIC

    Kementerian Perindustrian

  2. 2023

    Apresiasi Kreasi Indonesia

    Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Program & Pameran

  • 2026Pameran

    Jakarta Fair

  • 2025Pameran

    BRI UMKM EXPORT

  • 2022 & 2023Pameran

    Jogja Fashion Week

  • 2022Pameran

    Muffest+ Yogyakarta

  • 2022Pameran

    BRILIANPRENEUR

Model mengenakan outer tenun ikat hitam berpadu kain bergaris dengan celana putih
Craftsmanship & Social Impact

Keindahan sehelai wastra tidak tercipta dalam semalam

Di balik setiap motif yang anggun ada kesabaran luar biasa dari tangan-tangan perajin lokal yang mewarisi keahlian turun-temurun.

Membatik dengan canting atau menenun dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Dalam setiap prosesnya, Kama menggandeng ibu-ibu rumah tangga yang berkompeten untuk menghasilkan karya fashion yang bisa dikenakan dan dinikmati hingga hari ini.

Dengan mengenakan produk Kama, Anda tidak hanya merayakan gaya berbusana, tetapi turut menjaga denyut ekonomi dan kelestarian warisan budaya para perajin di Yogyakarta dan sekitarnya.

Program Kelas & Edukasi

Merajut Budaya

Kami percaya warisan budaya akan terus hidup bila dikenalkan langsung kepada generasi penerus. Melalui program Merajut Budaya, Kama membuka kelas membatik interaktif untuk umum, instansi, maupun komunitas.

Apa yang Anda dapatkan?

Edukasi Filosofi

Mengenal sejarah, makna motif, dan filosofi luhur di balik setiap goresan canting.

Praktik Langsung

Belajar teknik dasar mencanting, pewarnaan alami maupun sintetis, hingga melorod bersama perajin profesional kami.

Hasil Karya Sendiri

Setiap peserta membawa pulang kain batik yang dibuatnya sendiri.

Tanya Jadwal Kelas via WhatsApp

Keranjang Belanja

0 item

shopping_bag

Keranjang kosong

Jelajahi koleksi kami dan tambahkan item favorit Anda

Lihat Koleksi